Selamat Datang di Situs PGI
image

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)

(6221) 3150451


Jl. Salemba Raya No. 10 Jakarta Pusat 10430 Indonesia

Telepon (Telephone):
* (+6221) 3150451
* (+6221) 3150455
* (+6221) 3908119
* (+6221) 3908120

Copyright © 2014 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved

RSS Feed

Pesan Bulan Oikoumene 2011

image

PESAN BULAN OIKOUMENE 2011
"KETIKA KRISTUS MERUBUHKAN TEMBOK PEMISAH"
(Efesus 2:14-22)

Saudara-saudari Warga Gereja yang dikasihi Yesus Kristus!

Salam Sejahtera,

  1. Memasuki bulan Oikoumene 2011 ini patutlah kita menaikkan puji syukur ke hadirat Tuhan kita Yesus Kristus, Kepala Gereja oleh karena kasih dan kemurahan-Nya telah menghantar kita memasuki Bulan Oikoumene 2011. Bagi gereja-gereja dan umat Kristen Indonesia, Bulan Oikoumene memiliki makna penting dan mendasar, karena diingatkan dan disegarkan lagi mengenai komitmen dan tekad gereja-gereja mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa (GKYE), ketika Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) dibentuk pada 25 Mei 1950. Pembentukan DGI itu telah ikut mengilhami berbagai upaya ke arah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, kendati masih banyak hambatan-hambatan yang harus dibenahi. Gereja-gereja yang semula merupakan gereja-gereja suku telah berupaya membuka dirinya satu terhadap yang lain, dengan terus berjalan dalam arak-arakan oikoumene, berusaha menampilkan kesatuan yang utuh, sehingga tugas kesaksian dan pelayanan gereja dapat diwujudkan dengan lebih nyata di tengah-tengah bangsa dan negeri ini. Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) yang kemudian menjadi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) adalah wujud pencapaian kesatuan yang cukup bermakna, kendati belum sungguh-sungguh mewujud di dalam GKYE. Tentu saja usaha ke arah keesaan itu bukanlah tugas yang ringan, namun kita tetap bertekad mewujudkannya, karena kesadaran bahwa keterpecahan bukanlah kesaksian yang patut guna mewujudkan doa Yesus Kristus: “…supaya mereka semua menjadi satu…” (Yoh.17:21).
    Kita bertekad untuk memandang perbedaan-perbedaan di antara kita bukan sebagai yang dipertentangkan, melainkan sebagai kekayaan spiritual bersama, guna makin memperkuat kita di dalam kesaksian dan pelayanan agar dunia percaya. Itulah sebabnya kita menerima berbagai dokumen keesaan gereja seperti “Dokumen Keesaan Gereja”, yang dengannya kita saling belajar dan memahami satu sama lain untuk selanjutnya beraksi bersama di dalam pelayanan dan kesaksian yang satu. 
  2. Tema Bulan Oikoumene kita kali ini diilhami oleh salah satu bahan Penelahan Alkitab (PA) dalam International Ecumenical Peace Convocation (IEPC) yang diselenggarakan di Jamaica pada 17-25 Mei 2011. Inilah suatu pertemuan akbar gereja-gereja sejagat guna mengevaluasi dan merenungkan secara mendalam makna Decade To overcome Violence (DOV) yang dicanangkan 10 tahun lalu. Bahan yang diambil dari Efesus 2:14-22 itu menekankan Aroma Ilahi sebagai yang hadir di mana-mana dan merasuki seluruh bidang kehidupan, dan sebagai demikian menciptakan damai-sejahtera baik di antara manusia, maupun dengan lingkungan alam yang di dalamnya kita hidup. Gereja-gereja di Indonesia mengakui Aroma Ilahi itu sebagai yang menyertai gereja-gerejanya, baik di dalam pergaulan sama sendiri, mau pun di dalam relasinya dengan sesama yang berbeda agama. Aroma Ilahi itu pula yang merobohkan tembok-tembok pemisah sebagai wujud perbuatan Kristus yang mendamaikan. Di dalam Kristus tidak ada lagi “Yahudi” dan “bukan Yahudi”, “bersunat” dan “tidak bersunat”, “jauh” atau “dekat”.  Bahkan oleh darah Kristus semuanya menjadi dekat. Darah Kristus itu pula yang mempersatukan kedua belah pihak dan merubuhkan tembok pemisah yaitu perseteruan (ay.14) dan selanjutnya menjadikannya manusia baru (ay.15).
    Di Indonesia masa kini, kita hidup di dalam keragaman denominasi-denominasi dan kemajemukan masyarakat yang menganut agama-agama yang berbeda-beda. Kita meyakini, bahwa tembok pemisah yang telah dirobohkan itu akan mempersatukan kemanusiaan kita sebagai wujud Aroma Ilahi yang semerbak ke mana-mana. Gereja, yang kita yakini sebagai prototipe kemanusiaan baru di dalam Kristus yang adalah Batu Penjuru (2:20) dipanggil untuk menjadi teladan mewujudkan kemanusiaan baru itu. Dengan demikian, kita sungguh-sungguh melihat wajah Allah sebagai landasan berdiamnya Allah di antara manusia.
  3. Perayaan Bulan Oikoumene ini dilaksanakan ketika bangsa kita masih terus bergumul dengan seribu satu persoalan-persoalan sosial: kekerasan, kemiskinan, pelecehan terhadap hak-hak asasi manusia, ketidakadilan, korupsi, kolusi, nepotisme, dan seterusnya. Kita pun masih terus menghadapi berbagai produk hukum yang bersifat sektarian dan diskriminatif. Pergumulan mewujudkan demokrasi substansial ketimbang prosedural masih terus menjadi perjuangan kita. Nilai-nilai Pancasila sebagaimana dirumuskan di dalam Pembukaan UUD 1945 masih terus diperjuangkan guna diwujudkan sekonsisten mungkin di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Persoalan Papua juga tidak habis-habisnya diperjuangkan selama identitas Papua belum diakui penuh, dan keadilan serta kesejahteraan direalisasikan secara nyata. Satunya pernyataan dan kenyataan sehingga tidak terkesan bohong terus diserukan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Itu berarti, para pejabat negara dan semua yang dipercaya mengelola pemerintahan mesti memperlihatkan nilai-nilai keadilan di segala bidang sehingga tidak terkesan mereka hanya mengurusi golongan dan kelompok sendiri. Itulah makna pemerintahan yang bersih (good governance).

 

Pada akhirnya kami mau mengajak gereja-gereja untuk:

Pertama, bersungguh-sungguh dan tanpa mengenal lelah terus memperkuat persekutuan di dalam wadah PGI guna bersama-sama dengan semua orang percaya mewujudkan GKYE di Indonesia.

Kedua, menjadi teladan di dalam mewujudkan kemanusiaan baru sebagai wujud Aroma Ilahi kepada seluruh ciptaan-Nya. Itu berarti terus berusaha menciptakan kehidupan yang penuh damai-sejahtera dengan siapa saja.

Ketiga, secara proaktif ikut serta dalam melaksanakan pembangunan bangsa yang menyeluruh, mengupayakan pendidikan yang baik, memperjuangkan penegakan hukum yang berkeadilan. Warga gereja harus terus diberdayakan agar mampu hidup di dalam kemanusiaan baru dengan antara lain, menghapus kemiskinan di antara manusia, terutama sebagai buah ketidakadilan.

Demikianlah pesan dan harapan kami di Bulan Oikoumene 2011 ini. Tuhan kiranya memberkati segala upaya kita di dalam mewujudkan keesaan gereja-gereja Tuhan di Indonesia. Selamat merayakan Bulan Oikoumene.

 

Jakarta, Akhir April 2011

Atas nama,

MAJELIS PEKERJA HARIAN PGI

 

 

             Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe                 Pdt. Gomar Gultom, M.Th

                       Ketua Umum                                          Sekretaris Umum

 

Tue, 24 May 2011 @08:19


4 Komentar
image

Sat, 21 May 2011 @07:24

Aleksander Mangoting

Ya bahan ini sebagai bahan masukan dalam rangka bulan Oikumene dan bahan renungan/khotbah di jemaat. Selamat

image

Tue, 24 May 2011 @08:33

Boy Siahaan

Terimakasih Pak Aleksander Mangonting. Semoga melalui Bulan Oikoumene ini, gereja-gereja di Indonesia mampu merefleksikan gerakan oikoumene di tempat mereka masing-masing.

image

Sun, 29 May 2011 @08:32

23wa

Selamat hari Oikoumene.........Semoga tembok2 pemisah gereja-gereja di Indonesia benar benar ROBOH dan menjadi satu..............SATU TUBUH KRISTUS...........dan jangan cuma jadi selogam tiap gereja.........

image

Sun, 29 May 2011 @17:46

Mossack Anme

Apakah sudah bergerak nyata bersama Gereja Katholik? Karena Orthodox-pun masuk dalam aras komunitas PGI.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+4+4