Pemerintah Akan Terima Kunjungan Pelapor Khusus HAM PBB

image

JAKARTA--MICOM: Pemerintah siap menerima kunjungan Pelapor Khusus (Special Rapporteur) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM). Kementerian Hukum bakal memaparkan kondisi HAM di Indonesia. 

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengungkapkan pemerintah siap menerima kunjungan Special Rapporteur PBB atas kondisi HAM di Indonesia. "Tidak masalah, Indonesia termasuk yang terhormat dalam penegakan hak asasi manusianya kalau dibandingkan negara lain," ujarnya, usai rapat koordinasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN HAM)di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (25/5). 

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Kementerian Luar Negeri menerima surat Komisioner PBB untuk HAM yang menyayangkan kasus kekerasan seperti penyerangan Jemaat Ahmadiyah dan pelarangan beribadah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, dan penurunan paksa patung Buddha di Sumatra Utara. 

Surat dari Komisioner PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia Navanethem Pillay diterima oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada 26 April lalu. 

Menurut Patrialis persoalan kekerasan tersebut harus diurai sebelum dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Ia akan memberikan penjelasan kondisi penegakan HAM di Indonesia. 

"Mereka tidak bisa generalisasi untuk kasus-kasus ini. Karena, kasus ini berkaitan dengan persoalan yang lebih besar, yakni penodaan terhadap suatu keyakinan. Kalau kita berikan penjelasan, mungkin mereka paham," imbuhnya. (AO/OL-11)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com

Thu, 26 May 2011 @11:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno