Kebaktian Syukur HUT PGI ke-61

image

 

Minggu, 29 Mei 2011, Kebaktian Syukur HUT PGI ke-61 dirayakan di GKJ Jakarta, Rawamangun. Dalam Acara tersebut hadir MPH-PGI: Pdt. DR. A. A. Yewangoe (Ketum), Pdt. Liesje F.E. Makisanti, S.Th, M.Si (Wasekum), dan Pnt. Raffly Tamburian, SE, M.Div (Wakil Bendahara Umum). Tuan rumah yang hadir adalah Majelis Jemaat GKJ Jakarta beserta para pendetanya (Pak Kadarmanto, Pak Hosea, dan Pak Yoel) dan para undangan lainnya.

Kebaktian Syukur HUT PGI ke-61 dirayakan bersama-sama dan sekaligus merayakan Bulan Oikoumene dan Minggu Perdamaian se-Dunia. Sebagian besar MPH-PGI turut hadir dalam Kebaktian ini (MPH yang lain tidak dapat hadir karena ada tugas ke luar negeri dan luar kota). Tidak ketinggalan para staf dan karyawan PGI ikut serta. Hadir juga undangan dari para pensiun PGI, para mantan MPH-PGI, PGIW, dan mitra-mitra PGI.

Acara Kebaktian Syukur ini berlangsung tepat pada pukul 17.00 WIB. Para penatua, para diaken, dan para pendeta menyambut para tamu dan jemaat dengan penuh keramahan dan senyum yang manis. Kebaktian Syukur dipimpin oleh Pdt. Hosea Sudarna, S.Th dan khotbah oleh Pdt. Em. Dr. H. Kadarmanto. Tema khotbah: "Ketika Kristus Meruntuhkan Tembok Pemisah (Ef. 2:14-22)."

Dalam khotbahnya, Pdt. Kadarmanto mengatakan bahwa kita seharusnya jangan membangun tembok-tembok pemisah di dalam gereja. Perseteruan adalah tembok pemisah yang ada di tengah-tengah jemaat. Kristus sudah meruntuhkan semua tembok pemisah itu, termasuk juga di dalamnya perseteruan. Kita telah dipersatukan oleh Kristus melalui pendamaian. Kalau boleh melangkah lebih maju lagi, kita telah dipersatukan oleh pendamaian, pendamaian yang jauh memiliki makna yang lebih luas. Pendamaian dengan semua orang tanpa memandang kenyataan bahwa kita berbeda dengan yang lain, baik dalam suku, ras agama, pendidikan, dll.

Terkait dengan Bulan Oikoumene dan Minggu Perdamaian se-Dunia, Pdt. Kadarmanto mengutip 4 butir yang dibicarakan dalam IEPC (International Ecumenical Peace Convocation):
  1. Perdamaian dalam komunitas (kemiskinan, HAM, dll).
  2. Perdamaian dengan Bumi (isu lingkungan, perubahan iklim, dll).
  3. Perdamaian dalam Pasar (keadilan ekonomi, dll).
  4. Perdamaian dengan sesama (lintasagama, ras, hubungan bangsa-bangsa, dll)
Khotbah diakhir dengan mengajak agar kita hidup dalam budaya damai (peace culture). Tahun 2011 ini menutup Dekade Mengatasi Kekerasan (Decade to Overcome Violence). PGI dan kita semua umat Kristen bersama-sama mari meruntuhkan tembok pemisah dan mengupayakan pendamaian sebagaimana Kristus telah melakukannya bagi kita.
Disarikan oleh Boy Tonggor Siahaan

Mon, 30 May 2011 @15:45


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno