Membangun Dialog, Membangun Kedamaian Di Tana Luwu

image

Salah satu perhatian Gereja Toraja dan Pusat Pengembangan Pelayanan Holistik (P3H) dalam bidang sosial kemasyaratakan adalah terbangunnnya masyarakat yang damai. Semua denominasi dan komunitas dapat saling bekerjama dalam hal-hal sisoal kemasyarakatan yang merupakan persoalan bersama. Untuk menciptakan kehidupan rukun dan damai dalam bermasyarakat, maka digelar dialog antar umat beragama yang dikemas melalui seminar dan lokakarya, 26-27 Mei 2011, di Hotel Mulia Indah (HMI) Palopo. Acara tersebut, dibuka Sekretaris Kota (Sekkot) Palopo, HM Jaya, SH MSi, Kamis 26 Mei lalu sekalihus memberikan pengarahan kepada seluruh peserta. Sekda memberi apresiasi positif atas peran Gereja Toraja dan P3H yang memprakarsai kegiatan ini.

Seminar dan Lokakarya lintas komunitas ini, menghadirkan narasumber dari lintas agama, seperti Dr Abbas Langaji (Islam), Pdt Sulaiman Manguling M.Th (Kristen Protestan), Drs. Paulus Pabubung (Kristen Katolik), dan budayawan Tana Luwu, Andi Anton Pangerang diikuti peserta dari tokoh Kristen, Katolik, Budha, Islam dan Hindu berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

"Sesuai tema yang kita angkat, merajut Tana Luwu yang damai dan harmonis, seminar ini diharapkan menumbuhkan kesadaran masing-masing komunitas menciptakan kehidupan yang rukun. Karena, dari sudut pandang semua agama, pluralisme memiliki nilai yang universal. Setiap umat diajarkan hidup bersama, saling berinteraksi mendapatkan keadilan, kejujuran, dan kesejahteraan," ujar anggota badan pekerja (BP) Majelis Sinode Gereja Toraja, Pdt Yahya Boong STh MM, kemarin.

Sekretaris panitia, Drs Daud Gala, menyebutkan, hasil seminar dan lokakarya lintas agama itu menghasilkan kesimpulan yang akan ditindaklanjuti demi membangun Tana Luwu. Untuk itu, kegiatan ini tidak berakhir sampai disini, tapi akan berlanjut ke depan sesuai dinamika perkembangan.

"Perspektif seminar dan loyayarya ini, ditinjau dari peran dan tanggung jawab agama-agama dalam kehidupan bersama yang ditinjau dari agama Islam, Kristen Katolik, dan Protestan serta aspek historis dan budaya dalam konteks kemajemukan pluralisme," terang Daud Gala.

Pada bagian lain, Direktur P3H, Iskandar Saher menerangkan, seminar-lokakarya forum lintas agama, diharapkan dapat menghapus sekat-sekat yang ada di dalam kelompok masyarakat dan suatu agama. "Sekat-sekat itu ada di dalam komunitas masyarakat dan agama. Bahkan, dalam satu agama saja, sering ada sekat-sekat. Mudah-mudahan, ini bisa dihilangkan," kuncinya.

Dalam kerangka menindaklanjuti kegiatan ini, pada saat sesi Rencana Tindak Lanjut yang difasilitasi Aleksander Mangoting dari Gereja Toraja, maka seluruh peserta setuju untuk membuat Tim kerja yang bertugas untuk merumuskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat serta mengorganisir kegiatan berikutnya.


Jadi apa yang dilaksanakan kali ini, merupakan langkah awal ke arah yang lebih luas didalam bersama-sama seluruh komunitas membangun komunikasi dalam melihat persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan.

Ditulis oleh: Aleksander Mangoting

Mon, 30 May 2011 @15:45


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno