Gunung Soputan Meletus

image

MANADO -- Gunung Soputan di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, meletus Minggu 3 Juli sekitar pukul 06.03 Wita dengan mengeluarkan semburan asap dan abu hingga setinggi 5.000 meter ke udara.

“Gunung ini meletus tadi pagi. Selain debu dan asap, letusan pun menghasilkan gas panas, namun hanya berdampak di sekitar kawah saja," ungkap Iing Kusnadi, Penanggung Jawab Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung Kawasan Sulut, kemarin.

Menurutnya, jarak aman evakuasi menyusul letusan ini adalah enam kilometer dari pusat letusan. Beruntung, dalam radius tersebut belum ada permukiman warga, selain hutan. “Saat ini kondisi masih aman. Namun kami akan terus melakukan monitor atas aktivitas gunung tersebut," tambahnya. 

Perkampungan terdekat dari puncak gunung berjarak 8 kilometer sebelah barat pusat letusan yang berada di ketinggian 1,783 meter (5,800 kaki). Soputan, adalah satu gunung berapi  paling aktif di Sulawesi. Terakhir, gunung ini meletus pada tahun 2008 silam.

 

Sementara itu, Sandly Manengkey, petugas pos pengamatan Gunung Api Soputan, mengatakan letusan gunung berapi Soputan kali ini memang letusannya masuk kategori besar. Tapi dibanding letusan yang terjadi 2008 lalu jauh lebih besar.

 

Setiap tahun, kata dia, gunung Soputan menunjukkan aktivitasnya. Kali ini, lanjut Manengkey, letusan Soputan mencapai ketinggian sekira 750 meter dari bibir kawah. Letusan pertama ini disertai api dengan ketinggian mencapai 250 meter. Sedangkan, asap dan kabut tebal yang dikeluarkan mencapai ketinggian 5000 sampai 6000 meter, disertai gemuruh besar.

 

Bandara Ditutup

 

Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan mengatakan, Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, resmi ditutup pasca meletusnya Gunung Soputan. Penutupan itu dilakukan karena debu vulkanik dari Gunung Soputan berpotensi mengganggu operasional bandara dan mesin pesawat. "Bandara Sam Ratulangi mulai ditutup pukul 12.00 Wita," tuturnya.

 

Bambang menuturkan, jika debu masih mengganggu penerbangan maka penutupan bandara akan tetap diperpanjang. "Untuk jadwal penerbangan yang sudah berangkat menuju Bandara Sam Ratulangi akan dialihkan atau dipulangkan. Sementara penerbangan dari sana ditunda sampai waktu pesawat itu memungkinkan untuk diterbangkan lagi," cetusnya.

 

Sebagai pemegang otoritas perhubungan udara, Kemenhub berharap masyarakat dapat memahami kondisi itu karena demi keselamatan penumpang itu sendiri. "Oleh karena ini kondisi alam faktor yang tidak bisa kontrol jadi kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena ini di luar kemampuan kami untuk menanganinya," tambahnya.

 

Dia mengatakan penerbangan menuju ke Manado akan dialihkan ke Palu, Makassar, Balikpapan, Gorontalo, dan Kendari. Sementara penerbangan dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, akan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Kita masih menghitung jumlah armada penerbangan yang terganggu akibat meletusnya Gunung Soputan," jelasnya.

 

Secara terpisah, Humas Angkasa Pura I, Merpin Butarbutar mengakui empat pesawat masih tertahan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, karena bandara ditutup. Keempat pesawat itu adalah Garuda dengan nomor penerbangan 601, Lion Air 775, Sriwijaya 269, dan Lion Air 749 jurusan Surabaya. Sementara itu, Batavia 635 terpaksa dialihkan. "Karena aktivitas Soputan menurun, diharapkan pukul 07.00 besok (hari ini) landasan sudah dapat dibuka kembali," terangnya.

 

Sejak pukul 06.03 kemarin, Soputan memang mengalami erupsi dengan letusan abu vulkanik mencapai 6 kilometer. Terjadi pula luncuran awan panas ke arah barat dan pijaran api setinggi 50 meter yang disertai suara gemuruh dan kilatan petir.

 

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini terdapat sepuluh gunung api yang tengah berstatus waspada, yakni Gunung Sinabung (Sumatera Utara), Gunung Talang (Sumatera Barat), Gunung Anak Krakatau (Lampung), Gunung Papandayan (Jawa Barat), Gunung Slamet (Jawa Tengah), Gunung Dieng (Jawa Tengah), Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Merapi (Jogjakarta), Gunung Bromo (Jatim), Gunung Karangetan (Sulawesi Utara). (jpnn)
Sumber: http://www.fajar.co.id

 

Mon, 4 Jul 2011 @12:12


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno