Firman TUHAN Perlu Dipahami dalam Budaya Lokal

image

Firman TUHAN hadir bagi semua orang dalam bahasa yang mudah dipahami agar mereka dapat bertemu dan berinteraksi dengan TUHAN dan mengalami hidup baru. Itulah visi dari Lembaga Alkitab Indonesia yang didirikan 9 Februari 1954 dan menjadi anggota tetap ke-27 dari Persekutuan Lembaga-Lembaga Alkitab Sedunia (United Bible Societies, UBS).

Untuk mewujudkan visinya, LAI berusaha menjalankan/menjabarkan misi dalam bentuk menerjemahkan, memproduksi, menerbitkan, menyerbarkan Alkitab dan bagian-bagiannya dalam sebanyak mungkin bahasa, dalam beragam bentuk dan media, serta dengan harga yang terjangkau. Selain itu bekerjama dengan Gereja dan Lembaga Kristen lainnya dalam mengupaykan supaya umat Allah yang membaca dan mendengarkan mengenal dan hidup dalam Yesus Kristus yang menjadi pokok pemberitaan kabar baik. Untuk itu LAI menggalang dukungan masyarakat, Gereja dan Lembaga-Lembaga Gerejawi, serta lembaga-lembaga lainnya.

Demikian diungkapkan oleh Drs. Supardan, MA selaku Badan Pengurus Lembaga Alkitan Indonesia pada konsultasi Regional di Toraja Utara, sulawesi Selatan yang berlangsung di PSP Tangmentoe pada tgl 28-29 Juni 2011 diikuti 80 peserta dari berbebagai gereja dan mitra LAI dari Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Salah satu hal yang cukup mendapatkn perhatian dalam rangka menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa daerah adalah bagaimana memahami isi Alkitab berdasarkan budaya setempat. Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian dan masukan dari nara sumber setempat. Jadi LAI tidak menyiapkan penerjemah, tetapi masyarakat penutur bahasa itu sendirilah yang akan menterjemahkan ke dalam bahasa setempat.

Tujuan konsultasi ini adalah dalam kerangka mendapat masukan untuk pelaksanaan Konperensi LAI pada tahun 2012 dalam kerangka meningkatkan pelayanan bagi umat Kristen di Indonesia.

 

Ditulis oleh: Aleksander Mangoting
Editor: Boy Tonggor Siahaan 

Mon, 11 Jul 2011 @14:40


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2022 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno