Gereja Imbau Umat Islam dan Kristen Tenang

image

 

27 September 2011

JAKARTA -- Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengajak umat Islam dan Kristen tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian kasus peledakan bom kepada aparat keamanan. Ajakan ini disampaikan di kantor Gerakan Pemuda Ansor di Jalan Kramat, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Jeirry Sumampow, Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, umat beragama prihatin atas insiden bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad lalu. "Pemerintah dan aparat harus mengusut tuntas," kata Jeirry dalam jumpa pers bersama Konferensi Waligereja Indonesia dan pengurus Ansor itu.

Jeirry berpendapat, pelaku peledakan bom bunuh diri bukan orang sembarangan. Ada kemungkinan dia sangat terlatih dan memiliki mental kuat. Indikasinya, kata dia, bom diledakkan di area gereja dan melukai lebih dari 20 orang. "Bisa jadi bom itu meledak tidak tepat pada waktunya," ujarnya.

Dia menambahkan, ada motif besar di balik insiden ini. Karena itu, pihaknya meminta polisi mengungkap otak peledakan. "Di Solo tidak ada isu apa-apa sebelum kejadian, tiba-tiba ada bom. Aneh," kata Jeirry sembari mengungkapkan jemaat kini dihantui ketakutan pergi ke gereja.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid mengatakan Kota Solo merupakan barometer kebudayaan dan harmoni Indonesia. "Kalau Solo bobol oleh teroris, aksi serupa akan merembet ke daerah lain," ujarnya. Nusron sudah mengerahkan 500 anggota Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama turut berjaga di sekitar gereja.

Adapun Konferensi Waligereja Indonesia menilai aksi itu sebagai penghinaan kepada Tuhan. "Pelaku tidak beragama," kata Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Benny Soesatyo.

Untuk menjaga kekompakan antarumat beragama, Rabu ini sejumlah organisasi dari berbagai agama di Solo menggelar pawai. "Kehidupan umat beragama di Solo tetap rukun dan bersatu untuk menangkal provokasi," kata Wali Kota Solo Joko Widodo setelah bertemu dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di rumah dinasnya kemarin.

Kirab itu sekaligus untuk menyambut pembukaan Asian Parliamentary Assembly yang berlangsung pada 28-29 September. Acara pawai dimulai dari Lapangan Kottabarat, yang diikuti tokoh masyarakat dan agama. "Dengan kirab bersama, kami berharap warga cepat melupakan kejadian itu (peledakan bom)," kata Ketua Badan Antar Gereja Kristen Surakarta Anthon Karundeng.

l HERU TRIYONO | EKO WIDIANTO | DWI A | AHMAD RAFIQ

Sumber: http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel.php?aid=51039


 

Wed, 28 Sep 2011 @15:36


1 Komentar
image

Fri, 30 Sep 2011 @11:23

majalah SInode gia

Jangan Mudah terprokasi masalah kecil


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno