Tokoh Agama Miriskan Kondisi Bangsa

image

SEJUMLAH tokoh agama, kemarin, menyampaikan surat keprihatinan terbuka kepada rakyat mengenai situasi berbangsa dan bernegara di Tugu Proklamasi, Jakarta. Mereka menyatakan miris dengan kemiskinan yang kian mencekik rakyat hingga korupsi yang semakin menggurita.

Para tokoh itu, antara lain Ahmad Syafii Maarif, Mgr Martinus D Situmorang, Salahuddin Wahid, Frans Magnis-Suseno, Ida Pedande Sebali, Andreas Yewangoe, Romo Benny Susetyo, dan Biksu Sri Pannyavaro M.

Dalam surat terbuka itu disebutkan Presiden katanya berada di garis depan dalam pemberantasan korupsi, tapi kenyataannya korupsi malah semakin menggurita dari hulu ke hilir.
Korupsi tersebut telah melibatkan seluruh pejabat negara, dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat, penegak hukum, hingga politikus, bahkan juga pengusaha.

“Akibatnya, sebagian rakyat Indonesia semakin terperosok ke jurang kemiskinan karena biaya pendidikan, kesehatan, ke butuhan pokok semakin mahal,“ ujar Syafii Maarif saat membacakan surat terbuka itu. Selain itu, lanjutnya, rasa aman dan damai semakin jauh di tengah tingginya pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan beribadah, kekerasan, perusakan lingkungan hidup, serta hukum yang tidak berdaulat.

“Kami prihatin dengan keadaan ini, tidak ada selesainya masalah di negeri ini,“ tukas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Sebaliknya, tokoh agama mengapresiasi kepada rakyat yang telah bekerja keras mengembangkan solidaritas dan kreatif untuk menyelamatkan bangsa serta negara.

Pada kesempatan itu, Mgr M Situmorang menegaskan bahwa para tokoh lintas agama tetap melaksanakan tugas-tugas keagamaan dan pendidikan.
Namun, pihaknya terus terusik dengan kondisi bangsa yang kian mencemaskan.

“Kepemimpinan nasional le mah. Akibatnya tidak ada permasalahan fundamental bangsa yang berhasil diselesaikan dengan tuntas,“ kata Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia itu.

Dia mengajak masyarakat mengakhiri situasi ini sesuai dengan semangat konstitusi.
(*/X-5)

Sumber: http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2011/10/19/index.shtml?ArtId=001_018&Search=Y

Wed, 19 Oct 2011 @12:22


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno