KontraS: Tak Ada Urusan dengan Kemerdekaan Papua

image

INILAH.COM, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) sebagai LSM pegiat HAM dan anti kekerasan tak ambil pusing dengan isu kemerdekaan Papua.

"Kita organisasi advokasi hak asasi manusia, konsen soal tindakan kekerasan, termasuk yang terjadi di Papua. Mengenai kemerdekaan Papua, Kontras tak ambil pusing, karena itu bukan mandat organisasi untuk dukung atau tidak mendukung kemerdekaan Papua," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar pada inilah.com, Selasa (25/10/2011).

Yang jelas dikatakan Haris, pihaknya saat ini hanya konsen pada penegakan hak asasi manusia dan tidak mendukung praktek kekerasan untuk alasan apapun, termasuk untuk memerdekakan diri atau pun untuk mempertahankan NKRI.

"Karena semua perang hanya menguntungkan kaum elite saja, dan menambah penderitaan rakyat di Papua," ungkap Haris lagi.

Menurutnya, saat ini pemerintah harus mengambil tindakan penyelidikan. Kalau pun memang ada kekerasan yang terjadi di Papua, mekanisme hukum harus terus berjalan.

"Kan Indonesia mengaku negara hukum dan menghormati HAM. Apalagi kita kerap menjual bahwa bangsa Indonesia sebagai negara yang demokratis," ungkapnya.

Kalau Papua dianggap bagian dari NKRI, lanjut Haris, pemerintah Indonesia harus mempertahankan Papua dan memperlakukan masyarakat Papua dengan baik. [mah]

Wed, 26 Oct 2011 @11:34


1 Komentar
image

Sun, 6 Nov 2011 @22:39

bram sukma

papua yang kaya jangan sampai rakyatnya menderita. itu aja pintaku.....


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno