Arahan Pdt. Prof. Jan S. Aritonang, Ph.D untuk Konsultasi Teologi Nasional V

image

Salah satu anggota Komisi Teologi PGI, Pdt. Prof. Jan S. Aritonang, Ph.D, memberi arahan untuk Konsultasi Teologi Nasional V yang berlangsung dari 31 Oktober - 4 November 2011 di Wisma Bahtera, Cipayung, Bogor, Jawa Barat. Ada 4 butir penting yang harus diperhatikan oleh para teolog Indonesia dalam merumuskan pergumulan teologis gereja-gereja di Indonesia untuk menjawab sejumlah masalah dan tantangan teologis yang muncul di tengah kehidupan yang nyata, pada skala nasional maupun global.

Berikut ini 4 butir penting yang disampaikan Pdt. Prof. J. S. Aritonang, Ph.D:

  1. Penyelenggaraan Konsultasi Teologi berskala nasional ini merupakan yang kelima. Yang pertama, 1970 di Sukabumi, yang hasilnya dibukukan dengan judul ”Pergumulan Rangkap”; yang kedua, 1979 di Tentena, yang hasilnya dibukukan dengan judul “Realisme yang Berpengharapan”; yang ketiga, 1982 di Sukabumi, yang hasilnya dibukukan dengan judul “Memasuki Sejarah Bersama”, yang merupakan cikal-bakal dari Lima Dokumen Keesaan Gereja; yang keempat, 1994 di Kinasih-Caringin, yang hasilnya dibukukan dengan judul “Memahami dan Menguji Roh-roh Zaman”. Semoga Konsultasi Teologi Nasional V ini bukan sekadar menghasilkan buku baru, yang berisi cetusan dan rumusan pemikiran teologis para pembicara dan peserta konsultasi ini, melainkan kita mampu bersama-sama menjawab sejumlah masalah dan tantangan teologis yang muncul di tengah kehidupan yang nyata, pada skala nasional maupun global. Jawaban tidak cukup kita berikan dalam bentuk kata-kata atau rumusan yang indah-indah, melainkan juga dalam aksi atau tindakan bersama.
  2. Kita ketahui bahwa betapa banyak masalah dan tantangan yang kita hadapi selaku gereja-gereja di Indonesia, baik yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dst.; kehidupan umat manusia sedunia; hubungan dan ketegangan antar umat beragama, dan juga hubungan antar-gereja. Bila kita berdiam diri menghadapi semua itu, atau hanya berupaya menjawabnya secara sendiri-sendiri maka kehadiran kita selaku gereja-gereja dan umat Kristen di negeri ini semakin tidak bermakna dan tidak relevan, serta semakin diabaikan. Melalui konsultasi ini kita hendak memperlihatkan tanggungjawab kita dan langkah kita bersama untuk menjawab berbagai masalah dan tantangan itu, setidak-tidaknya ikut memberi kontribusi yang konkret, dan yang dapat mendorong seluruh komponen bangsa untuk bersikap dan bertindak bersama.
  3. pada akhir konsultasi ini diharapkan bahwa kita berhasil merumuskan pokok-pokok pikiran yang sungguh-sungguh dapat menggerakkan gereja-gereja maupun bangsa kita untuk melakukan langkah-langkah perbaikan nyata di berbagai aras dan bidang kehidupan. Mungkin kita tidak sampai merumuskan pernyataan sekelas Deklarasi Barmen di Jerman 31 Mei 1934, ataupun Dokumen Kairos di Afrika Selatan 25 September 1985. Kita tidak bermaksud menentang ataupun menjatuhkan pemerintah. Kita juga mungkin tidak sampai mencanangkan bahwa kita sedang berada dalam Status Confessionis, situasi yang mengharuskan kita merumuskan pernyataan iman (konfesi) kita. Namun kita harus mengatatakan dan melakukan sesuatu; tidak membiarkan semua yang terjadi seakan-akan semua sudah itu baik.
  4. Keberhasilan konsultasi ini tidak ditentukan oleh MPH PGI ataupun Komisi Teologi PGI selaku penangungjawab, melainkan oleh semua peserta. Karena itu, mari kita tunjukkan bahwa kita menghasilkan sesuatu yang sungguh-sungguh bermakna di dalam konsultasi ini.

Sumber: Konsultasi Teologi Nasional PGI: Buku Panduan dan Rangkaian Tata Ibadah
Editor: Boy Tonggor Siahaan, S.Si (Teol.), M.Min

Wed, 2 Nov 2011 @09:30


2 Komentar
image

Tue, 8 Nov 2011 @19:57

Jemi Carter Tindaka, S.Miss.

Sekarang saatnya para Teolog dan Missiolog untuk menyuarakan "suara kenabian" untuk membantu Saudara-saudara kita di Papua yg teraniaya dan terjadinya Pelanggran HAM berat... jangan hanya menutup mata n telinga melihat keadaan tanah Papua pada saat ini. persoalannya bagi PGI dan umat Kristen seluruh Indonesia bahwa Papua adalah "negara" Kristen Indonesia Bag. Timur. yang pada saat ini mengalami diskriminasi Ras, Agama, Ekonomi, Pendidikan yg terbelakang, dsb. Majulah Laskar Kristus!!! jangan takut, Tuhan Yesus beserta kita!!!

image

Sun, 27 Nov 2011 @00:35

Doc

I'll try to put this to good use immeditaely.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno