Selamat Datang di Situs PGI
image

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)

(6221) 3150451


Jl. Salemba Raya No. 10 Jakarta Pusat 10430 Indonesia

Telepon (Telephone):
* (+6221) 3150451
* (+6221) 3150455
* (+6221) 3908119
* (+6221) 3908120

Copyright © 2014 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved

RSS Feed

Hasil Keputusan Sidang Sinode GKI di Tanah Papua

image

Sidang Sinode GKI di Tanah Papua telah berlangsung dari tanggal 26 Oktober - 2 November 2011 di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua.  Sidang Sinode ini dilaksanakan di bawah sorotan tema: Dipersatukan dalam Ikatan Kasih”  dan Subtema: “GKI di Tanah Papua, terpanggil untuk mempertahankan Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan di Tengah masyarakat Majemuk Indonesia, demi terwujudnya Kehidupan yang penuh Kasih, kepada Tuhan dan sesama Ciptaan.”

 
Sidang sinode ini diikuti oleh kurang lebih 600 orang peserta aktif perwakilan dari 42 klasis dan juga dihadiri oleh sekitar 1.000 orang pada awal pembukaan.  600 utusan klasis tersebut mewakili sekitar 650.000 warga gereja GKI di Tanah Papua dan Papua Barat.
 
Dalam sidang tersebut ada beberapa hal yang penting yang disampaikan dan dirumuskan sebagai pesan sidang Sinode GKI di Tanah Papua:
 
  1. Kepada seluruh Warga Jemaat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, dengan ini Sidang menyerukan agar  senantiasa menjaga kesatuannya sebagai tubuh Kristus, dan tidak terpengaruh untuk memecah belah GKI di Tanah Papua sebagai Gereja yang hadir di seluruh  Tanah Papua, kendati terjadi pemekaran Provinsi. Sidang Sinode GKI ke XVI dengan ini menyatakan bahwa GKI di Tanah Papua hanya Satu dan merupakan perwujudan kesatuan tubuh Kristus di Tanah Papua, seperti Doa Tuhan Yesus supaya kita tetap bersatu, agar dunia percaya bahwa Kristus dan Bapa di Surga adalah satu, dan kita adalah satu dengan Kristus (Yoh.17:21).
  2. Kepada sesama Gereja-gereja anggota PGI, maupun Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), supaya membangun semangat kebersamaan dan kesatuan dalam kesaksian dan pelayanan di Tanah Papua, sesuai Piagam Saling Mengakui dan Saling Menghormati (PSMSM), sambil menghindari kecenderungan perpecahan karena pola dan metode Pekabaran Injil.
  3. Supaya warga jemaat GKI menjauhkan diri dari pengaruh minuman keras, minuman beralkohol dan obat adiktif lainnya, sebagai pemicu seks bebas dan yang berakibat pada ancaman bahaya HIV/AIDS yang telah merenggut nyawa ribuan anak-anak Papua berusia produktif.
  4. Meminta perhatian Pemerintah Indonesia untuk menghargai hak-hak beribadah umat Kristen di Indonesia, sebagaimana umat Islam di Tanah Papua secara bebas membangun Mesjid, tanpa larangan oleh umat Kristen yang adalah mayoritas di Tanah Papua, sebagai ekspresi toleransi dan penghormatan atas Pancasila dan kebebasan beribadah di Tanah Papua, oleh setiap pemeluk Agama manapun di Indonesia. 
  5. Kesadaran kritis diperlukan pada era sekarang untuk melahirkan perilaku etis. Pentingnya perubahan perilaku etis atas pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam Papua akan mengubah arah dan cara perlakuan manusia atas lingkungan hidup/ekologi. Perubahan perilaku etis pada level masyarakat akan menguatkan kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam serta menguatkan kekuatan ekonomi bertumbuh di basis-basis sumber daya alam di kampung-kampung.
  6. Mendorong pemerintah untuk meninjau kontrak karya berbagai perusahaan tambang multi-nasional terutama yang beroperasi di Tanah Papua, termasuk dalam upaya review tersebut adalah intervensi pemerintah pusat terhadap perijinan-perijinan yang dikeluarkan oleh para Bupati dan Gubernur untuk kuasa pertambangan di wilayahnya. Perijinan-perijinan kuasa pertambangan yang dikeluarkan Bupati atau Gubernur di wilayah sangat berpotensi memicuh konflik horizontal antar orang asli Papua. Konflik-konflik tersebut antara lain di Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Tambrauw, Kaimana serta wilayah-wilayah lain di seluruh tanah Papua.
  7. Kepada Pemerintah Republik Indonesia di bawah pimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI, Sidang Sinode XVI GKI 2011 mendesak agar mengambil keputusan politik yang tegas dan jelas tentang penanganan keamanan, Security approach di Tanah Papua, agar  memastikan bahwa tidak ada lagi kekerasan bersenjata oleh aparat keamanan oleh TNI dan Polri di seluruh Tanah Papua. Supaya operasi militer yang bersifat represif dan destruktif dihentikan. Sidang Sinode GKI di Tanah Papua dengan ini mendesak agar  Pemerintah meninjau kembali penempatan militer (penempatan batalyon, korem dan koramil serta pasukan non organik) di Papua dan mengambil langkah demiliterisasi di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Supaya kepada Polri diberi wewenang untuk penanganan hukum dan keamanan, dalam perspektif Otonomi Khusus, di mana rakyat Papua, perlu dilindungi hak-hak dasarnya. Meminta pertanggungjawaban Kapolda Papua dan Panglima Kodam Cendrawasih yang tidak melaksanakan instruksi Presiden dalam rangka  penggunaan Pendekatan Security, ketika Kongres Papua 3, 19 Oktober 2011. Aparat dianggap telah melakukan pelanggaran HAM dan pelanggaran berat, karena bertindak diluar perikemanusian serta berlebih lebihan, dimana rakyat yang tidak bersenjata disiksa dan menyisakan 6 orang korban tewas.
  8. Agar Stigma Separatisme yang dijadikan alasan dan pembenaran bagi berbagai tindak kekerasan terhadap rakyat Papua dihapuskan, karena hal tersebut bersifat  diskriminatif dan mematikan semangat demokrasi dari rakyat Papua, sesuai konvensi Internasional, PBB tentang hak menyatakan pendapat. Sidang Sinode ke XVI GKI tahun 2011, dengan ini mendesak pemerintah RI untuk memberikan amnesty kepada seluruh tahanan politik di Papua maupun di Indonesia lainnya, sebagai penghormatan atas kebebasan menyatakan pendapat oleh Deklarasi Universal PBB  Sidang Sinode GKI dengan ini pula prihatin atas sikap pemerintah yang tidak adil dan tidak konsekwen dan cendrung menjalankan standard ganda dalam menyikapi gerakan separatisme di Indonesia, seperti Negara Islam Indonesia (NII), dengan semua infrastruktur pemerintahannya, namun dibiarkan hidup dan tidak ditindak secara hukum dan militer.
  9. Dalam rangka menyikapi dinamika demokrasi di Tanah Papua tentang Pengakuan atas Kedaulatan Bangsa Papua, dan dengan mengacu kepada Rekomendasi Dewan Gereja Reformasi se Dunia pada Sidang Raya Accra, Ghana 2004, dan Grand Rapids Michigan USA, 2010, tentang recognisi  atas Hak Penentukan Nasib Sendiri orang Papua; maka Sidang Sinode XVI GKI meminta Pemerintah Indonesia, agar secara terbuka dan bermartabat, memahami desakan rakyat untuk Penentuan Nasib Sendiri orang Papua, a.l seperti yang terungkap melalui Kongres Papua 3, pada tanggal 16-19 Oktober 2011 di lapangan Sakheus Abepura. Peristiwa Sakeus Abepura adalah puncak gunung es dari berbagai kasus pelanggaran HAM lainnya selama 50 tahun Papua diintegrasikan kedalam Indonesia, termasuk gagalnya implementasi UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus selama 10 tahun;  yang ditolak oleh rakyat Papua pada bulan Juni 2010. Sidang Sinode ke XVI GKI dengan ini  mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk membuka Dialog Nasional Papua- Jakarta dalam rangka penyelesaian seluruh permasalahan Papua, secara Adil, Komprehensif dan Bermartabat.
Dilaporkan oleh: Novel Matindas (Kepala Biro Papua PGI)

 

Wed, 2 Nov 2011 @11:29


8 Komentar
image

Thu, 3 Nov 2011 @10:51

Kamti

Penyb utama adanya kesenjangn pusat dan daerh terkhusus papua. Dana pembng daerh tertnggl bnyk tdk sampai .artinya "dikorup" dijalan. Sementara sda dikeruk. Maryrkt bth pek. Penghsln. Makan Fsltas infrastrktr. Yg layk bkn hanya di kotanya saja. Keseht r.skt. Doktr. SMG pjbt pusat dan daerh .lbh arif dan bijak. AMIN Tuhan selalu menyertai.

image

Sat, 5 Nov 2011 @06:01

Agus Rumbino

Wah ini Kan menyangkut Gereja... Mengapa sampai bahas" separatisme.... Untuk Poin 1 - 5 saya setuju, tapi untuk poin 6 - 9 kyknya tidak relevan dengan GKI... Itu masalah sosial yang seharusnya di bahas bersama" tokoh maqsyarakat.... Seharusnya GKI lebih fokus untuk menggenapkan Visi Allah yaitu Amanat Agung dari Yesus Kristus ( Mat 28 : 18 - 20 )..... Mari memperkenalkan Kristus bagi para pendatang.... & Tetaplah menjadi terang untuk memancarkan kasih Kristus kepada siapapun di Tanah Papua.... Gbu :)

image

Sat, 5 Nov 2011 @12:32

herman

selamat terhadap terselanggaranya sidng sinode GKI papua, dengan menghasilkan point putusan yg memberikan seruan moral dan bentuk protes atas kesenjangan yg terjadi d tanah papua. mohon hasil keputusan ini sekaligus bisa menjadi rekomendasi bwt PGI, PGI sebagai wadah persekutuan grj2 di indonesia sangat diharapkn mampu menjadi fasilitator aspirasi ummat kalangan bawa untuk di sampaikan ke pemerintah. pemerintah tngkat pusat sampe ke pelosok untuk sekiranya memberikan perhatian khusus terhadap kesenjangan sosial-ekonomi yg terjadi di masyarakat tingkatan palng bw. Justru yg menjadi penyebab utama dari semakin nampaknya kesenjangan adlah tdk adnya rasa saling memiliki satu sama lain, dan cenderung egoisme pribadi, kelompok tertntu yg semakin di pertontonkn, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik pun seakan berdiam dr dan cenderung sibuk dengan kegiatan politik yg cenderung mementingkn kepentingan partai..
mari, buka telinga...
mari buka mata...
msh banyak orang yg haus kad

image

Sat, 5 Nov 2011 @19:30

WEST PAPUA LIBERATION ORGANIZATION

PGI dan GKI harus sadar untuk berkoalisi mendukung Penjaga Gerbang Emas dari Timur utk membentuk benteng menyambut kedatanganNya yg kedua kali.

Lebi detail baca link di bawah ini:

http://goldengateindonesia.blogspot.com/2010/06/papua-gerbang-emas-timur_22.html

image

Sun, 6 Nov 2011 @23:11

bram sukma

aneh tapi nyata.............sumber emas terbesar indonesia ada di Papua.......kemana aja duitnya???? kok rakyat Papua msh miskin???? tlng gereja jgn tinggal diam, tp mampu menjadi moderasi pusat dan daerah khususnya Papua, agar saudara2 kita di Papua dapat hidup layak. sbb sekarang msh banyak yang menderita akibat kemiskinan. gereja harus ambil bagian....................

image

Mon, 7 Nov 2011 @11:41

Danton

Tepat dan benar, selama beberapa dekade, gereja terkungkung dibawah kekuasaan pemerintah, selalu saja terjadi kompromi yang lebih menguntungkan pemerintah ketimbang umat, sudah saatnya gereja khususnya GKI diTanah Papua harus berani berteriak lantang menyuarakan kebenaran, jangan sampai Tuhan datang yang kedua kali rakyat, umat gereja ditanah papua masih terbelenggu dan tertindas untuk mendapatkan kebenaran yang sejati itu.

image

Thu, 10 Nov 2011 @02:18

alex

syallom...
sy putra asli papua..
pesan sy buat PGI PUSAT..

sy minta tolong untuk PGI pusat segera memberi tanggung jawab untuk sinode di tanah papua sebagai meditasi konflik di papua.masyarakat papua sudah tdk mempercayai pemerintah lagi.satu2nya yg saya kira tepat bisa meredam masalah papua adalah PGI,dlm hal sinode ditanah papua.

image

Fri, 18 Nov 2011 @12:24

Warki Anak GKI

GKI jangan bicara politik dulu, Pelayanan belum menyentuh insan Tuhan di Tanah Papua. GKI jangan mau jadi hamba pemerintah, terutama STOP!!!!! cari dana di pemerintah....GBU


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+3+1