Rencana Konsultasi Nasional Pekabaran Injil 2011

image

Dalam waktu dekat ini, PGI, c.q. Bidang Marturia, akan menyelenggarakan Konsultasi Nasional Pekabaran Injil 2011 bertempat di Hotel Gracia Semarang, Jawa Tengah, pada 8-11 November 2011. Tema yang diusung adalah ”Merajut Persekutuan Melalui Pekabaran Injil”.

Pokok-pokok Tugas Panggilan Gereja PGI tahun 2009 - 2014 menegaskan bahwa gereja harus melakukan pekabaran Injil kepada segala mahkluk dan bahwa tugas itu berlanjut sampai ke akhir zaman. Pernyataan ini tentu membawa konsekuensi, bahwa gereja-gereja, termasuk yang hidup dan berakar di Indonesia, tidak  dapat meniadakan pekabaran Injil. Atau lebih tegasnya, gereja yang tidak mengabarkan Injil bukanlah gereja. Namun perlu dicatat bahwa Injil yang dikabarkan itu tidak berlangsung di ruang hampa tetapi ruang yang menganut pelbagai agama, budaya.

Pertanyaannya, pekabaran Injil yang bagaimanakah yang seharusnya dilaksanakan oleh murid-murid Kristus di Indonesia, dan apa saja yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaannya?

Fakta ‘pencurian domba’ sedikit banyak telah melahirkan ketegangan antardenominasi alias antargereja. Sementara itu,  tidak jarang pekabaran Injil ditengarai sebagai upaya kristenisasi, atau dalam istilah Sydney Jones, proselitisasi, yang telah turut meningkatkan ketegangan hubungan Islam-Kristen di Indonesia.

Apa yang dapat kita baca dari semua ini? Pertama, adanya semacam sensitivitas antargereja seputar konfesi/identitas, yang di samping menimbulkan ketegangan juga menimbulkan kerawanan, yang masih sulit dilampaui. Jika tidak pintar-pintar dikelola, kerawanan dan ketegangan ini tentu akan kontraproduktif bagi kegiatan pekabaran Injil di Indonesia.

Kedua, adanya semacam kebutuhan untuk memperjelas pemahaman PI dan parameter keberhasilan yang digunakan oleh gereja-gereja. Apakah PI itu akan diarahkan untuk mengkristenkan orang atau memperbanyak jumlah orang Kristen di Indonesia, atau dilakukan dalam rangka, misalnya, membuat nilai-nilai kristiani menjadi nilai-nilai hidup yang diamalkan dalam kehidupan orang Indonesia, atau yang lain lagi, apakah PI itu diarahkan untuk membuat kehadiran Kristen itu dirasakan sebagai rahmat/berkat bagi bangsa dan masyarakat Indonesia? Pemahaman kita tentang PI ini akan menentukan parameter yang digunakan untuk mengukur keberhasilannya, dan barangkali juga cara yang kita gunakan dalam melaksanakan PI.

Ketiga, adanya kebutuhan untuk memetakan keragaman paradigma PI dan mencari cara agar ada semacam interkoneksi antarberagam paradigma tersebut dalam rangka memperkuat persekutuan atau keesaan yang telah terbangun di antara gereja-gereja di Indonesia. Ini terkait dengan fakta bahwa kita tidak hidup dalam paradigma tunggal, sehingga PI tidak mungkin dipikirkan dalam konteks single structure. Artinya, beragam paradigma yang hidup di Indonesia harus memiliki ruang untuk hidup, namun juga terkoneksi dan menghasilkan kritik ke dalam (dengan Alkitab sebagai pusat) untuk memperkuat persekutuan (mewujudnyatakan doa Yesus – Yoh 17: 1- 26).

Yang ingin kita lakukan bukanlah mencari-cari kesalahan atau kambing hitam. Yang ingin kita lakukan tentu juga lebih dari sekadar memetakan. Yang kita sama-sama inginkan adalah mengelola kemajemukan paradigma atau pemahaman ini agar praksis pekabaran Injil yang dilakukan gereja-gereja Indonesia menjadi sebuah gerakan yang sinergis, saling melengkapi, dan memperkuat persekutuan atau keesaan gereja-gereja Indonesia. Belum lagi jika kita mempertimbangkan berbagai tantangan lain, yang belum disebutkan di sini, yaitu menguatnya politik identitas di negeri yang kita cintai ini.

Dalam rangka menempatkan masalah ke dalam perspektif, Konas PI 2011 akan mengambil tema: ”Merajut Persekutuan melalui Pekabaran Injil

Hasil Yang Diharapkan:

Dari Konas PI tahun 2011 ini Bidang Marturia PGI berharap akan mendapatkan:

  1. Peta masalah, dan fokus atau prioritas masalah yang akan dihadapi di lapangan
  2. Solusi masalah dalam bentuk rekomendasi menyangkut praksis PI bersama (strategi, metode, bentuk kerja sama antardenominasi yang menghargai kemajemukan denominasi, dll)
  3. Merumuskan rencana tindakan (action plan) yang akan menjadi program Bidang Marturia PGI sebagai tindak lanjut Konas 2011.
  4. Merefleksikan kesaksian bersama mengenai dasar Pekabaran Injil dan rekomendasi bagi gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristen.

Sasaran Peserta:

Kegiatan ini diharapkan akan 60 orang Pendeta atau hamba Tuhan, majelis jemaat, warga gereja biasa (penggiat PI) dari gereja-gereja anggota PGI, perwakilan PGIW/ SAG dan Sekolah Tinggi Teologi.

Oleh: Favor Bancin (Sekretaris Eksekutif Bidang Marturia PGI)

Fri, 4 Nov 2011 @14:53


3 Komentar
image

Mon, 7 Nov 2011 @11:47

Udin

bagaiamana dengan yayasan2 Misi yang bergerak ditanah air, yang merupakan sebagai pekerja langsung dalam mewartakan kabar baik bagi jiwa2, apakah PGI juga bersedia merangkul dan bekerjasama ???

image

Mon, 7 Nov 2011 @16:54

SLNSG

alangkah baiknya jika adanya perumusan awal dasar dasar ke-Kristenan yang sama dengan semua gereja ( yang sesuai dengan Firman Tuhan yan benar )... sehingga semakin memperkuat untuk pengabaran injil serta dapat saling mendukung satu dengan yang lainya( ini diperlukan adanya kerja sama antara gereja , persatuan gereja { PGI,PGPI,PGII,dll) serta peran peran komsel sudah ada yang tersebar di Indonesia ) ... dan perlunya juga dibahas tentang persatuan gereja gereja itu sendiri dan peranannya anak anak Tuhan untuk bersaksi di dalam lingkunan pulaisme yang ada , ....( pendekatan ) sehingga nama Tuhan Yesus Kristus saja yang di puji dan dimuliakan selalu dalam kehidupan kita anak anak Tuhan
tq Tuhan Yesus memberkati

image

Fri, 25 Nov 2011 @19:31

Capt. Gideon toruan

Shalom. 1. sy sgt c7 dgn pernyataan pengabaran Injil bagaimana? krn Injil yg hny 1 tp tdk 1 tafsirannya! ini bisa membuat perselisian antar dedominasi. 2. kata pencurian domba sy sgt menentang kalimat ini! klu misi dr tiap gereja sungguh utk membritakan keselamatan dr Tuhan Yesus, biarkan jemaat bebas memilih dimana dia terberkati. Gembala yg baik hrs bisa menjaga, mengenyangkan, mengarahkan dombanya! klu domba lari Gembala psti yg salah. namanya saja sdh domba!? lht Daud demi dombanya singpun dilawan. Hamba Tuhan Yesus tdk bleh mengeluh. Tuhan Yesus memberkati. Amin.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno