Selamat Datang di Situs PGI
image

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)

(6221) 3150451


Jl. Salemba Raya No. 10 Jakarta Pusat 10430 Indonesia

Telepon (Telephone):
* (+6221) 3150451
* (+6221) 3150455
* (+6221) 3908119
* (+6221) 3908120

Copyright © 2014 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved

RSS Feed

Logo PGI dan Penjelasannya

image

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia memakai lambang yang sama dengan Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD), menandai keesaan dalam usaha, kerja dan doa. Lambang ini adalah salah satu lambang tertua dari gereja, berupa: sebuah KAPAL yang tengah berlayar di seluruh perairan dunia dengan muatan tertentu, yaitu IMAN, PERSEKUTUAN, PENGHARAPAN. Di tengah-tengah kapal OIKOUMENE itu tertanam sebuah SALIB. Kapal ini mengingatkan kita akan kapal yang dipergunakan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya di danau Galilea, hampir dua ribu tahun silam.

 

APA ITU OIKOUMENE?

Kata oikoumene berasal dari bahasa Yunani: oikos 'rumah', menos 'tinggal'. Dalam kamus Yunani yang disusun oleh Barclay M. Newman Jr, 'dunia' antara lain diterjemahkan sebagai kerajaan Romawi, dalam arti dunia yang didiami manusia. Pernah juga diartikan "dunia yang beradab" (sebagai lawan dari dunia orang kafir dan primitif). Pengertian Kristen dalam hal ini berarti dunia yang termasuk Kerajaan Kristus. Dan pekerjaan yang bersifat oikoumenis berarti pekerjaan yang meliputi keseluruhan dunia Kristen. Bagian terpenting yang ditampilkan dalam pekerjaan oikoumenis ialah persatuan dan persekutuannya, sekalipun ada perbedaan di antara gereja-gereja Kristen. Oikoumene berhak menyebut dirinya oikoumene sejauh keberadaannya berfungsi sebagai garam dunia. Artinya, memberitakan Injil dan bersaksi di alam dunia. Saat hari Pentakosta tanggal 25 Mei 1950 di Jakarta, 30 wakil resmi dari gereja-gereja Kristen Protestan mengambil keputusan untuk membentuk Dewan Gereja-gereja di Indonesia (kini PGI) sebagai karya kesaksian dan pemberitaan. DGI hadir sebagai suatu gerak dan bukan sekadar ada saja. Persekutuan ini penuh dengan aksi dan dinamika, karyanya diarahkan pada penyelamatan dunia dengan manusia yang mendiaminya. Landasannya ialah persaudaraan Kristen, sedang sifat dan hakikatnya ialah missioner. (Buku "Maka Dunia Akan Tahu" - LAI/1994).