75. GEREJA KRISTEN OIKOUMENE DI INDONESIA (GKO)

SEJARAH SINGKAT
GKO di Indonesia berasal dari sejumlah orang Kristen dari berbagai latar belakang masyarakat pindah ke Perumnas pertama yang dibagun di Depok – Jawa Barat. Mereka datang dari wilayah Jakarta dan daerah-daerah Indonesia lainnya pada tahun 1976. Karena didorong oleh kesadaran dan kerinduan bersama akan kebutuhan pelayanan rohani, maka umat Kristen yang berasal dari berbagai denominasi gereja ini bersepakat untuk mengorganisasikan diri dalam sebuah wadah gereja yang bersifat oikoumenis. Oleh karena itu, secar sukarela dan dengan pernyataan bersama dibentuklah Gereja Oikoumene di Depok yang kemudian berubah nama menjadi Gereja Kristen Oikoumene di Indonesia, yang disingkat dengan GKO. Secara sinodal, GKO lahir pada 29 Juli 2009. GKO menggunakan nama oikoumene untuk mengakomodasi kebutuhan  umat dari berbagai tradisi gereja, seperti: Calvinis, Lutheran, dan Pantekosta yang ada di Depok saat itu. Sedangkan Pengakuan Iman yang digunakan adalah pengakuan Nicea-Konstantinopel dan Rasuli. GKO diorganisir menurut tradisi presbiterian yang dikombinasikan dengan tradisi gereja lain dalam berbagai bidang pelayanan.
MASUK PGI
22 Maret 2000
STATISTIK
Jumlah gereja/jemaat       : 34 dan 11 pos pelayanan
Jumlah anggota jemaat    : 17.764 jiwa
Jumlah pendeta                : 48 orang
Jumlah pelayan lainnya     : 208 orang
WILAYAH PELAYANAN
Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan, Papua

 

ALAMAT
Blok E2 No.1 Bintaro Trade Center (BTC)
Jl. Jend. Sudirman, Sektor VII
Bintaro Jaya, Tangerang – Banten 15224
Telp./fax. 021-7453362
Email: sinode_gko@yahoo.com
KEPERSONALIAAN
Ketua Umum: Pdt. Marthinus Liur, MTh
Sekretaris Umum: Pdt. Hermanus La’Elu, MBS
Bendahara Umum: Pnt. Raffly Tamburian, MDiv

 

Copyright © 2017 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno