Majalah Berita Oikoumene PGI

image

BO Edisi Juli 2011: Gereja dan Kesejahteraan Warga

 

Salah satu cara untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat (termasuk warga/umat gereja) adalah melalui Koperasi. Koperasi adalah soko guru perekonomian bangsa Indonesia karena di dalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan, semangat gotonng royong, membantu yang lemah atau kelompok kecil, dsb.

Koperasi teruji mampu bertahan di tengah-tengah krisis ekonomi dunia yang telah memporak-porandakan sendi-sendi perekonomian suatu negara. Koperasi sesungguhnya lebih menekankan keadilan ekonomi dan ini sejalan dengan prinsip-prinsip di dalam Alkitab.

Dalam tulisannya pada BO Edisi Juli ini, Pdt. Manuel Raintung menulis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam koperasi dapat disamakan dengan diakonia transformatif. Diakonia transformatif ini lebih menekankan aspek pembangunan dan pemberdayaan jemaat. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui pembangunan komunitas, seperti pembangunan pusat kesehatan, penyuluhan, bimas, dan koperasi.

BO pada Edisi Juli ini lebih memfokuskan tentang peran Gereja dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui koperasi. Apa saja topik yang menarik dapat Anda baca? Inilah beberapa pokok bahasan yang menarik, antara lain:

  • Gereja dan Kesejahteraan Warga
  • Mewujudkan Kesejahteraan Jemaat Lewat Koperasi

Jangan lewatkan topik-topik menarik lainnya:

  • Mengenang Kembali Sosok Pejuang Keadilan, Yap Thiam Hien
  • Obor Perdamaian Pemuda Lintas Agama
  • Tugas Gereja Memerangi Narkoba
  • Mengenal GERMITA
  • Memahami Ulang Gerakan Oikoumene dalam Konteks Pergumulan Masyarakat Asia
  • Pendidikan Karakter Bukan Hanya Jadi Tanggung Jawab Kemendiknas
  • Resensi: Napak Tilas Sejarah dalam Alkitab
  • Yap Thiam Hien, Pembela Kaum Lemah

Segera update informasi spiritualitas Anda dengan membaca BO.

Editor: Boy Tonggor Siahaan


 

BO Edisi Juni 2011: Ketika Anak-anak Menjadi Korban

Kekerasan terhadap anbak-anak masih sangat tinggi di negara kita. Kasus-kasus seperti trafficking (penjualan manusia), pemanfaatan anak untuk motif ekonomi, pemerkosaan terhadap anak-anak yang masih di bawah umur, dan sebagainya, seringkali menjadi hal yang kurang diperhatikan dan bahkan diabaikan.

Menurut Data Komnas Perlindungan Anak, ada 1.826 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di seluruh daerah dari Januari-Mei 2010. Kekerasan tersebut terutama adalah kekerasan fisik dan seksual. Sekitar 68% dari kekerasan tersebut adalah kekerasan seksual yang dilakukan keluarga terdekat.

Keadaan yang miris ini menyentak gereja: Di manakah peran gereja dalam mengurangi kekerasan terhadap anak-anak? Gereja terpanggil untuk bersuara menyatakan keadilan bagi anak-anak.

Selain topik utama tentang anak-anak tersebut, BO edisi Juni ini menyajikan beberapa tulisan yang menarik untuk disimak antara lain:

  • Tegakkan Kembali Ideologi Pancasila
  • Perayaan HUT PGI ke-61
  • Dialog Teologis dalam Makan Bersama
  • Litkom PGI Gelar Pelatihan Keterampilan Penelitian
  • Seruan Cinta Kasih dan Damai Bagi Indonesia
  • Kebaikan Tuhan Tidak Terbatas Untuk Umat Kristen
  • Dan beberapa artikel tentang Varia Gereja, Internasional, Pernik, Kajian, Kesehatan, Pendidikan, dan Resensi Buku.

Segera update informasi spiritualitas Anda dengan membaca BO.

Editor: Boy Tonggor Siahaan

 

BO Edisi Mei 2011: Bahtera Oikoumene PGI Menjelang 61 Tahun

Bahtera (Perahu) Oikoumene PGI telah memasuki usia yang ke-61 tahun. Usia ini dalam usia biologi manusia sudah memasuki usia lanjut, tetapi apakah PGI telah lanjut usia? Tentu saja tidak. Justru di usia yang ke-61 tahun ini PGI masih tergolong muda dalam ukuran "usia" kelembagaan. Mengapa demikian? PGI masih memiliki PR yang banyak untuk mewujudkan keesaan Gereja-gereja di Indonesia, belum lagi PGI harus menyelesaikan berbagai persoalan yang mengganggu kehidupan kebebasan beribadah, perusakan dan pembakaran gereja, teror bom gereja, dll. Tampaknya Bahtera Oikoumene PGI semakin kuat goncangannya.

Bertepatan pada Bulan Mei ini, PGI menetapkannya sebagai Bulan Oikoumene sekaligus merayakan HUT PGI yang ke-61. Pada Bulan Oikoumene ini, PGI menyegarkan kembali ingatan dan komitmen umat Kristen, anggota-anggota gereja dalam PGI, akan tekadnya mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa (GKYE).

Tema Bulan Oikoumene ini adalah: "Ketika Kristus Meruntuhkan Tembok Pemisah (Ef. 2:14-22)". Tema ini juga sesuai dengan pokok-pokok pikiran dalam Pertemuan Perdamaian Ekumenikal Internasional (IEPC) di Jamaika pada 17-25 Mei 2011. Pertemuan tersebut untuk mengevaluasi pencanangan Dekade untuk Mengatasi Kekerasan (Decade to Overcome Violence - DOV). Salah satu munculnya kekerasan karena kita masih membangun tembok-tembok pemisah. Hal seperti ini pun masih dapat kita temukan di gereja. Padahal sesungguhnya Kristus telah meruntuhkan tembok-tembok pemisah tersebut. Melalui tema Bulan Oikoumene ini kita mampu meruntuhkan tembok-tembok pemisah yang ada di lingkungan internal kita (keluarga dan gereja) dan eksternal (masyarakat dan negara).

Edisi BO Mei 2011 ini mengangkat topik perjalanan dan pergumulan oikoumenitas gereja-gereja di Indonesia. Sejauh mana langkah strategis menuju keesaan gereja (menyatukan visi dan misi)? Ada juga refleksi apakah agama masih menjadi pengawal moralitas? BO juga menampilkan berita-berita seputar kegiatan gereja-gereja dan pernak-pernik lain (kesehatan, pendidikan, dan resensi buku).

Segera update informasi spiritualitas Anda dengan membaca BO.

Editor: Boy Tonggor Siahaan

 

BO Edisi April 2011: Kerusakan Alam, Krisis Pangan, dan Gereja

Kerusakan alam sudah semakin parah dewasa ini, terutama efek dari pemanasan global menyebabkan perubahan iklim yang tidak menentu, dan menyebabkan bencana seperti banjir, tanah longsor, kekeringan yang luar biasa, kebakaran hutan, dll. Semuanya ini terjadi karena umat manusia di dunia masih banyak mencemari dan merusak lingkungan. Belum lagi ditambah bencana alam yang terjadi secara alami. Ini semakin menambah penderitaan semua makhluk hidup yang mendiami bumi ini.

Krisis pangan juga menjadi salah satu dampak dari perubahan iklim yang ekstrim, di samping faktor lain yang semakin memperparah masalah krisis pangan ini, misalnya tingginya permintaan ketersediaan pangan, menurunnya hasil panen, beralihfungsinya lahan tanah untuk memproduksi pangan berubah menjadi lahan industri, lahan perumahan, dll.

Dengan memperhatikan kedua persoalan besar tersebut, gereja diperhadapkan pada suatu tantangan besar. Mampukah gereja berkontribusi mendorong umat dan masyarakat menjaga tidak terulang kembali kerusakan alam dan mengelola ketahanan pangan. Kita teringat kepada Yusuf di Mesir yang mampu menjawab persoalan krisis pangan ketka terjadi bencana alam yang tidak dapat dihindari manusia.

Inilah yang menjadi pokok pikiran dalam edisi April 2011 Majalah Berita Oikoumene ini. Artikel utama membahas tentang Pemanasan Global dan dampaknya, Krisis pangan dan air, dan Kerusakan alam. Meskipun demikian, Majalah BO juga tetap menyajikan topik-topik yang masih hangat seperti GKI Bapos Taman Yasmin yang masih memperjuangkan izin pembangunan gereja dan beribadah, Para korban bencana alam tsunami di Jepang, dan berbagai rubrik-rubrik menarik yang memberi wawasan luas.

Editor: Boy Tonggor Siahaan

 

PEMESANAN MAJALAH BO

Majalah BO dapat dipesan melalui:
  • Telepon: 021-3150.451 (attn. Biro Litkom PGI)
  • Flexi: 021-3260.7702 (Biro Litkom PGI)
  • E-mail: redaksi_bo@yahoo.com
  • Kritik dan saran dapat disampaikan ke: redaksi_bo@yahoo.com

 

Copyright © 2017 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia · All Rights Reserved
powered by sitekno